AKSI NYATA HARI BUMI 2026RESIK & TILIK TELAGA JURANG JERO"Memuliakan Air, Merawat Masa Depan.

AKSI NYATA HARI BUMI 2026
RESIK & TILIK TELAGA JURANG JERO
"Memuliakan Air, Merawat Masa Depan. 

(Agenda ini diinisiasi oleh Suryanto, Mas Dukuh Wintaos pengelola Padepokan Tompak Watu)


📅 Minggu, 19 April 2026

⏰ Pukul 07.30 WIB - Selesai

📍 Titik Kumpul: Telaga Jurang Jero, Padukuhan Wintaos. 

✨ AGENDA KEGIATAN:
Resik Telaga: Bersih-bersih sampah & rumput liar.
Tilik Telaga: Peninjauan sumber air resan.
Restocking Ikan: Penaburan Bibit Nila, Tawes, & Ikan Mas.
Guyub rukun antar warga & komunitas.

🤝 KOLABORASI BERSAMA:
#Pemerintah Kalurahan Girimulyo
#Pemuda-Pemudi Wiratama Wintaos
#Sekolah Pagesangan
#Padepokan Tompak Watu
#Pawana EKAMAS SMA 1 Wonosari
#BEM Universitas Gunungkidul
#Resan Gunungkidul
#NTMT

Sharing Diskusi Lintas Komunitas di Padepokan Tompak Watu

Oleh : Suryanto (Rumah Belajar Tompak Watu)


1.Memuliakan Air sebagai Sumber Kehidupan

Dalam filosofi Jawa, ada istilah "Toya Suci Perwitasari" yang memandang air bukan sekadar komoditas, melainkan elemen suci yang menghidupkan. Tema "Memuliakan Air" berarti menempatkan air sebagai subjek yang harus dihormati dan dijaga kualitasnya, bukan sekadar objek untuk dieksploitasi.

2. Hamemayu Hayuning Bawana

Kegiatan ini adalah wujud nyata dari filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, yaitu kewajiban manusia untuk memperindah dan menjaga keselamatan dunia. Dengan membersihkan telaga (Resik) dan meninjau sumber air (Tilik), masyarakat sedang menjalankan peran sebagai "penjaga gerbang" keseimbangan alam.

3. Filosofi "Resan" (Reksa Taman Sarira)

Istilah Resan yang muncul dalam poster merujuk pada pohon atau area di sekitar mata air yang dianggap sebagai penjaga. Secara filosofis, menjaga resan berarti menjaga "napas" bumi. Ada kesadaran bahwa jika pohon dan sumber air dijaga (ekosistem), maka keberlangsungan hidup manusia pun akan terjamin.

4. Nyawiji & Guyub Rukun

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen (pemerintah, mahasiswa, komunitas, warga). Secara filosofis, ini menunjukkan konsep Nyawiji (menyatu). Alam tidak bisa dijaga sendirian; butuh keterpaduan antara kesadaran individu dan kekuatan kolektif (sosial) untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

5. Investasi Spiritual untuk Masa Depan

Slogan "Merawat Masa Depan" mengandung filosofi bahwa apa yang kita lakukan hari ini adalah "tabungan" bagi generasi mendatang. Menebar bibit ikan (Restocking) adalah simbol harapan dan keberlanjutan—kita mengambil dari alam, tapi kita juga wajib memberi kembali agar rantai kehidupan tidak terputus.
Singkatnya, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti fisik, melainkan sebuah laku spiritual dan sosial untuk memastikan bahwa harmoni antara manusia dan lingkunganya tetap terjaga.


Lebih baru Lebih lama