Tradisi Gubug Gedhe dan Kegelisahan Anak Anak Muda Ngalang



Karang Taruna Krida Muda dan Warga Padukuhan Sumberejo 

Agenda: Penanaman Pohon Konservasi di DAS Sungai Ngalang, Kawasan Penyangga Sumber Beji dan Normalisasi Sumber Dadakan

Waktu : Minggu, 23 November 2025 jam 08.30.s/d selesai

Lokasi : Padukuhan Sumberjo, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul

Titik Kumpul Giat : Balai Padukuhan Sumberjo

Peralatan : Alat tanam pohon dan alat gali sumber, sepatu booth, jas hujan dan kopi andalan

*Karena lokasi giat ada beberapa tempat dan berpindah-pindah,  maka diharapkan yang mau ikut dan belum tahu lokasi untuk datang tepat waktu*

* Karang Taruna Krida Muda
* Warga Padukuhan Sumberjo
* Forum Mahasiswa Gedangsari
* Gunungkidul Menginspirasi
* Resan Gunungkidul



Resan.id---- Mengacu pada nama, Padukuhan Sumberjo adalah rangkaian doa baik dari leluhur yang mengharapkan wilayah ini sebagai tempat yang makmur dan memberikan kesejahteraan (rejo/a) bagi masyarakat yang menempatinya. 

Wilayah Padukuhan Sumberjo terletak di Zona Batur Agung Utara Gunungkidul. Ada dua aliran sungai yang membelah Kalurahan Ngalang. Hilirnya berada di pegunungan utara, mengalir berkelok dan akhirnya berinduk di Kali Oya. Lanskap wilayah didominasi terasering persawahan berlatar belakang pegunungan.  Sungguh, wilayah ini adalah implementasi dari lagu Desaku Yang Kucinta karya L Manik

Beriring waktu dan kemajuan jaman akhirnya banyak yang berubah. Kemudahan akses terhadap air, pelan tapi pasti merubah mindset masyarakat. Eksploitasi air tanah yang berlebihan, monokultur tanaman keras sebagai komoditas ekonomi mendominasi kawasan resapan air di pegunungan utara. Kawasan penyangga menjadi miskin keanekaragaman hayati. Pelan tapi pasti, mata air banyak yang menyusut tak lagi terurus dan akhirnya mati. Akibatnya, Sungai Ngalang yang dulu mengalir sepanjang tahun, akhir-akhir ini cepat sekali mengering saat musim kemarau. 


Hal inilah yang membuat anak anak muda beberapa padukuhan di Kalurahan Ngalang menjadi gelisah. Upacara Adat Gubug Gedhe tinggalan Eyang Meles, Kopek dan Kalangbaya sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas anugerah alam yang permai dan panen yang melimpah, bisa menjadi ironi yang perih saat  sawah ladang petani kekurangan air

Dan kegelisahan itu memercikkan niat untuk berbuat sesuatu. Sekecil apapun, sebuah niat baik yang diwujudkan pasti akan ada artinya. Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Agenda besok Minggu adalah upaya awal untuk membangun kesadaran bersama. Bahwa anugerah alam yang saat ini kita nikmati adalah hasil kerja perawatan yang dilakukan leluhur terdahulu. Dan sudah menjadi kewajiban kita sekarang menjaga alam untuk kehidupan generasi selanjutnya...

Salam Lestari🌳🌳🌳🌿🌿🌺🌺🌺❤️🇲🇨








Lebih baru Lebih lama