Langkah Kecil Untuk Tujuan Besar

Langkah Kecil Untuk Tujuan Besar


Tanggal 10 September 2023, Komunitas Resan Gunungkidul melakukan kegiatan penanaman pohon konservasi di Telaga Namberan, Padukuhan Namberan, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul.

Ada 6 bibit yang dibawa untuk agenda penanaman, seperti keben, bulu, bunut dan besole, Khusus untuk jenis tanaman terakhir, yakni pohon besole, adalah request khusus Mbah Ratman, juru kunci Telaga Namberan. Konon cerita, keberadaan Telaga Namberan sangat erat kaitannya dengan Kyai Besole, seorang tokoh spritual setempat. Pohon besole ditanam untuk mengenang beliau, sekaligus sebagai 'tetenger' dan cerita tentang perjuangan leluhur demi masa depan generasi



Telaga Namberan masih memiliki tutupan vegetasi yang baik, dengan beberapa pohon yang menjulang tinggi dan rimbun menaungi air telaga, yang meski sudah susut tapi tidak mengering total. Kegiatan penanaman pada tanggal 10 September 2023 ini bertujuan untuk berkontribusi terhadap pelestarian dan peningkatan vegetasi di Telaga Namberan. Bibit yang dibawa oleh Resan Gunungkidul diseleksi dengan membawa bibit pohon yang berdaun tebal, harapannya, jenis ini akan lebih kuat ketika ditanam di musim kemarau. Bekerja sama dengan masyarakat setempat, kegiatan penanaman ini dilakukan dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Giat tersebut dibuka dengan sesi sharing bersama warga dan mahasiswa, sharing tersebut tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam, khususnya telaga dan ekosistem di sekitarnya.

Penanaman kali ini berbeda dengan penanaman di musim penghujan. Bibit-bibit resan ditanam menggunakan sistem tanam BAIS. Teknik BAIS adalah metode sistem tanam di Komunitas Resan Gunungkidul yang merupakan akronim dari penggabungan tiga media (Batu, Ajir Infus dan Sabut kelapa). Teknik ini adalah hasil eksperimen Laboratorium Alam Ngumbul Komplet, sebagai solusi menanam bibit pohon resan saat musim kemarau, atau kondisi tanah tandus, kering dan panas. Teknik yang dirasa tepat diterapkan untuk memastikan keberhasilan penanaman. Untuk detail tentang teknik ini bisa dibaca di artikel resan.id yang membahas tentang teknik tanam BAIS.

Meskipun begitu, perlu digaris bawahi di sini, bahwa peran warga masyarakat sekitar adalah kunci dari keberhasilan penanaman pohon. Karena mereka yang akhirnya bisa memelihara.dan merawat pada bulan-bulan setelah penanaman. Bakal pohon resan memang membutuhkan waktu untuk bisa mandiri dalam pertumbuhannya sehingga bisa meraksasa dan berfungsi secara ekologi

Sesuai marwah Resan Gunungkidul yakni 'gerakan konservasi berbasis masyarakat', melalui kegiatan ini, Resan Gunungkidul mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, praktik berkelanjutan, dan keterlibatan masyarakat. Masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan upaya menjaga lingkungan agar tetap lestari. Kedepannya, bibit yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan berkembang sehingga bermanfaat terhadap keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem Telaga Namberan secara keseluruhan.

Masyarakat setempat juga diharapkan terus berperan aktif dalam pelestarian dan pengelolaan Telaga, sehingga menjamin kelestariannya untuk generasi mendatang. Secara keseluruhan, kegiatan penanaman pada 10 September 2023 ini menandai sebuah langkah signifikan terhadap konservasi dan pelestarian Telaga Namberan. Keterlibatan masyarakat setempat, dan keberhasilan penanaman bibit menunjukkan komitmen kolektif menuju lingkungan yang lebih hijau dan sehat.


Salam resan - Salam lestari 
(Kelvin Putra Kahimpong)



Lebih baru Lebih lama